Selasa, 31 Juli 2018

KUNJUNGAN DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN SAMPANG






Desa banjar tabulu merupakan salah satu desa yang dituju oleh Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang. Pada tahun 2018 ini Badan Ketahanan Pangan akan memfokuskan kegiatan pada upaya pengentasan kemiskinan melalui padat karya. Pengentasan kemiskinan ini dilakukan dengan cara optimalisasi kegiatan padat karya untuk menyerap tenaga kerja melalui kawasan rumah pangan lestari. Rumah pangan lestari sendiri merupakan rumah penduduk yang mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan berbagai sumberdaya lokal secara bijaksana yang menjamin kesinambungan pnyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam.
Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan memiliki lima lokasi yang sasarannya adalah ibu – ibu PKK di tingkat desa. Ini merupakan kali kedua badan ketahanan pangan mengunjungi dan memberikan penyuluhan mengenai kawasan rumah pangan lestari di Desa Banjar Tabulu. Dalam pertemuan kedua ini Badan Ketahanan Pangan akan memberikan pembinaan teknis, dimana ibu – ibu akan secara langsung melakukan pencampuran media tanam dan kemudian memindahkan tanaman yang sudah di bibit dan disemaikan terlebih dahulu, setelah itu dipindah tanam ke dalam polybag yang diletakkan ke dalam green house. Green house hasil praktek yang dilakukan oleh ibu – ibu PKK bersama dengan Badan Ketahanan Pangan berada di pekarangan warga dekat dengan Poskesdes tapatnya di Dusun Barat Sungai.
Penyuluhan tersebut langsung disampaikan oleh Bapak Slamet sebagai pelaksana penyuluhan. Selanjutnya tanaman yang telah dicontohkan oleh Badan Ketahanan Pangan tersebut akan dipelihara dan dirawat oleh ibu – ibu PKK dan kemudian dapat dimanfaatkan secara ekonomis, misal dijual kepada tetangga – tetangga dan kemudian ditanam kembali untuk dapat dikatakan sebagai rumah pangan lestari.
1. Badan Ketahanan Pangan memberikan penjelasan kepada ibu - ibu PKK
2. Pemberian arahan pemindahan bibit tanaman
3. Persiapan media tanam
4. Pencampuran tanah dan pupuk
5. Menempatkan tanah ke dalam polybag 
6. Pemindahan bibit tanaman ke dalam polybag
7. Penyiraman air pada tanaman
Foto Badan Ketahanan Pangan dan PKK Desa Banjar Tabuli

Minggu, 29 Juli 2018

PENGOLAHAN CABAI MENJADI BUBUK CABAI (CHILLI POWDER)


Kekayaan sumber daya alam yang cukup melimpah di Desa Banjar Tabulu salah satunya adalah Cabai rawit. Ibu – ibu PKK menggunakan hasil cabai yang melimpah tersebut dengan mengolah cabai menjadi bubuk cabai. Cabai yang beberapa hari tidak laku di pasaran pun dapat dimanfaatkan menjadi bubuk cabai. Hal tersebut diawali dengan melakukan pelatihan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata bersama dengan ibu – ibu PKK desa Banjar Tabulu Kecamatan Campolong.

Bubuk cabai merupakan pengolahan dari cabai yang telah dikeringkan. Pengolahan cabai menjadi bubuk cabai memberikan keuntungan diantaranya adalah memperkecil tingkat kerusakan, meminimalkan biaya distribusi,dan meningkatkan daya simpan dan daya guna. Bubuk cabai dapat dimanfaatkan sebagai bahan pemberi rasa pedas yang instan sehingga dalam memberikan rasa pedas tanpa harus menghaluskan cabai segar terlebih dahulu.

Pelatihan ini sangat dinanti – nanti oleh ibu – ibu PKK yang sekaligus bekerja sebagai petani cabai, dimana biasanya mereka hanya menjual cabai mereka langsung kepasar atau ke pengepul, sekarang mereka bisa mengolahnya terlebih dahulu menjadi bubuk cabai yang lebih tahan lama. Pelatihan pembuatan bubuk cabai ini disampaikan langsung oleh mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura, mulai dari pemilihan cabai hingga berbentuk produk jadi bubuk cabai. Ibu – ibu PKK sangat antusias dalam mengikuti pelatihan pembuatan bubuk cabai ini. Pada saat praktek pembuatan bubuk cabai tersebut, beberapa ibu – ibu PKK maju kedepan untuk berpartisipasi secara langsung dalam proses pembuatannya. Sebelumnya mahasiswa telah mempersiapkan bahan – bahan yang akan diolah, sehingga pada pelatihan tersebut tidak perlu menunggu cabai mongering, karena telah siap cabai yang telah dikeringkan selama kurang lebih 3 – 5 hari.

Olahan bubuk cabai ini tidak menggunakan bahan pengawet maupun penyedap rasa. Karena pada dasarnya tujuan dari pelatihan yang diberikan kepada ibu – ibu PKK di Desa Banjar Tabulu ini adalah untuk menambah penghasilan dari harga jual bubuk cabai yang lebih berkualitas dan bertahan lama, serta instan jika digunakan sebagai salah satu bumbu masak.


Selain memberikan pelatihan pembuatan bubuk cabai, mahasiswa juga memberikan contoh dalam pengemasannya, termasuk desain logo kemasan yang berjudul “Chilli Powder” dengan varian rasa original dan terasi. Harapan dari pelatihan pengolahan cabai menjadi bubuk cabai ini, para petani cabai Desa Banjar Tabulu dapat mengolah cabai hasil panen dan juga dapat memberdayakan ibu – ibu desa Banjar Tabulu lewat pengolahan cabai, sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan yang lebih apabila pengolahan dan pengemasannya dapat menarik minat pembeli.

Sabtu, 28 Juli 2018

PEMBUATAN PLANG DUSUN

 Pembuatan plang dusun dilakukan di Posko KKN Tematik Kelompok 84 Universitas Trunojoyo Madura, atau lebih tepatnya di rumah Kepala Desa Banjar Tabulu, H. Radin. Pemasangan plang nama dusun tersebut dilakukan di daerah perbatasan – perbatasan antar dusun dimana terdapat tujuh dusun di Desa Banjar Tabulu Kecamatan Camplong. Tidak hanya pembuatan plang dusun saja, tetapi juga perbaikan gapura pembatas desa yang sudah lama tidak diperbaiki, sehingga tulisan penanda batas antar desa tidak terlihat jelas oleh warga yang berlalu lalang melewati desa Banjar Tabulu.

Pembuatan dan pemasangan plang nama dusun ini dilakukan oleh mahasiswa KKN Kelompok 84 yang kemudian pemasangannya dilakukan bersama – sama dengan warga setempat yang tinggal dekat dengan perbatasan antar dusun. Pembuatan plang nama dusun ini membutuhkan waktu kurang lebih selama satu minggu. Kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah pemotongan dan penghalusan kayu, mengecat, dan kemudian memberi nama – nama dusun pada papan kayu. Setelah dilakukan pengecatan, papan – papan tersebut perlu untuk dikeringkan terlebih dahulu sebelum kemudian diberikan nama – nama pada plang.

Nama – nama dusun yang dipasang yaitu : Dusun Banjar Tengah, Dusun Tabulu, Dusun Rosong, Dusun Lek Nande, Dusun Barat Sungai, Dusun Rembeng, dan Dusun Geng Pao. Dengan adanya plang dusun tersebut, diharapkan masyarakat lebih mudah dalam mencari suatu alamat atau dusun yang akan dituju, karena berdasarkan keterangan dari masyarakat bahwa sebelumnya terdapat plang – plang yang menandakan 

Kamis, 26 Juli 2018

PELATIHAN PEMBUATAN CAKE UBI (YAMCAKE)

Hari Minggu tanggal 22 Juli 2018 Mahasiswa KKN kelompok 84 Universitas Trunojoyo Madura mengadakan pelatihan pembuatan cake (kue) atau dinamakan Yamcake yang terbuat dari ubi jalar kepada ibu – ibu PKK Desa Banjar Tabulu Camplong Kabupaten Sampang. Pelatihan ini diadakan di balai perpustakaan dan kearsipan Desa Banjar Tabulu yang lokasinya bersebelahan dengan rumah kepala desa. Acara tersebut dilaksanakan mulai dari pukul 08.30 – 10.15 WIB. Pelatihan tersebut dilakukan untuk mengisi waktu luang ibu PKK diluar kesibukan pada hari aktif bekerja, sekaligus untuk memanfaatkan hasil panen.

Disamping pelatihan dan praktek membuat cake, ibu PKK diberikan materi mengenai manfaat yang dihasilkan dari ubi jalar. “Kebetulan kami baru saja panen ubi jalar. Bisa diterapkan resepnya, biar ada perbedaan rasa kalau dimakan. Biasanya dimakan sebagai pengganti nasi ubi jalar disini”. Ubi jalar merupakan salah satu tanaman yang paling banyak dihasilkan di Desa Banjar Tabulu.

Dua mahasiswa yang memberikan materi tentang pembuatan cake tersebut berasal dari jurusan yang berbeda. Mahasiswi bernama Siti Nuraini dari jurusan Psikologi dan Nikmatul Hasanah dari jurusan Agribisnis. Mereka bukanlah ahli dalam bidang memasak, namun hasil yang dipraktekkan tersebut tidak perlu diragukan lagi.

Setelah selesai memberikan materi dan praktek, ibu PKK membawa pulang cake yang dibuat dan dicicipi. Ibu PKK sangat antusias dalam pelatihan yang diberikan oleh mahasiswa, terlebih adanya pengajian rutin yang diadakan setiap bulan sekali oleh ibu PKK, sehingga Yamcake tersebut dapat dibuat sebagai jamuan. Jadi dengan adanya pelatihan tersebut ibu PKK dapat menerapkan membuat Yamcake dengan cara yang mudah. Mahasiswa KKN berharap dengan adanya pelatihan tersebut dapat menambah wawasan serta keterampilan ibu – ibu Desa Banjar Tabulu dalam bidang pangan.

Senin, 23 Juli 2018

KANTOR KEPALA DESA BANJAR TABULU


Balai desa adalah tempat dimana kepala desa, aparat desa serta masyarakat melakukan adminstrasi pedesaan. Kantor balai desa merupakan pusat administrasi desa yang ada di pedesaan, namun Kabupaten Sampang banyak yang tidak memiliki kantor balai desa. Ada sebagian yang tersedia namun tidak digunakan secara efektif, karena kebutuhan masyarakat dalam hal administrasi desa tidak tentu atau kurang tertib.
Biasanya kantor desa berada di tengah – tengah wilayah desa, memiliki akses yang mudah dan tempatnya yang strategis. Berbeda dengan kantor balai desa di Pulau Madura yang mayoritas bergabung menjadi satu dengan kediaman kepala desa, salah satunya adalah Desa Banjar Tabulu Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang ini. Segala aktivitas desa yang berhubungan dengan kependudukan dan lain sebagainya yang dibutuhkan oleh warga sekitar, hingga jalinan komunikasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Sampang dilakukan di kantor desa yang berada di area atau rumah Kepala desa.
H. Radin, merupakan kepala desa atau biasa disebut dengan klebun oleh warga Desa Banjar Tabulu. Klebun merupakan panggilan untuk kepala desa yang berada di Pulau Madura. H. Radin terpilih menjadi kepala desa di Banjar Tabulu selama dua periode. Disinilah (rumah H. Radin) tempat segala aktivitas administrasi warga dilakukan. Banyak perubahan positif yang dibawa olehnya selama ia menjabat sebagai kepala desa. Salah satunya yang hingga kini dapat dilihat dengan baik adalah pembangunan pembatas jalan dan pengaspalan jalan utama yang dibantu oleh beberapa kelompok masyarakat (POKMAS) di Desa Banjar Tabulu, yang tentunya pembangunan tersebut dengan menggunakan APBD yang diberikan untuk Desa Banjar Tabulu. 

Sabtu, 21 Juli 2018

PANEN RAYA DESA BANJAR TABULU KECAMATAN CAMPLONG


Panen padi Kelompok Tani Desa Banjar Tabulu, Camplong.
(21/07/2018) Masyarakat Desa Banjar Tabulu mayoritas bekerja sebagai petani, baik yang mengerjakan sawah milik pribadi maupun milik orang lain. Lahan pertanian warga ditanami berbagai macam tanaman, seperti cabai, padi, tembakau dan ubi jalar. Kepala Desa Banjar Tabulu mengatakan bahwa Cabai merupakan salah satu komoditas holtikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan petani, baik dalam skala kecil, menengah maupun skala besar.

Cabai rawit alias Cabbi lete’ dalam Bahasa Madura, cocok ditanam di daerah seperti di Desa Banjar Tabulu yaitu dataran rendah dengan ketinggian 0 – 500 meter. Namun cabai rawit sendiri dapat tumbuh dengan baik hingga ketinggian 1000 meter. Salah satu warga yang bergabung dengan Kelompok Tani menerangkan bahwa tanaman cabai biasanya ditanam hingga satu tahun untuk berganti menanam tanaman yang lain. Warga biasanya memanen cabai (memetic cabai) setiap satu minggu sekali yang tepatnya pada hari sabtu atau minggu tergantung aktivitas warga diluar bertani. Cabai yang didapatkan setiap kali panen cabai di sawah bisa mencapai satu ton cabai, yang kemudian cabai tersebut dijual di pasar sekitar, namun ada juga yang menjualnya hingga ke luar daerah Sampang seperti Pasuruan. Akan tetapi meskipun tidak waktunya panen, para petani cabai tetap melakukan pemantauan guna mengetahui keadaan tanamannya di sawah demi mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti hama yang mewabah pada tanaman.

Tidak hanya cabai, padi yang menjadi salah satu potensi alam yang terbesar di desa ini menjadi perhatian bagi para petani. Perbedaannya jika cabai dapat dipanen satu minggu sekali dengan usia tanaman sekitar satu tahun, maka padi hanya memiliki usia kurang lebih 3 – 4 bulan untuk dapat dipanen. Warga setempat yang mempunyai sawah sendiri biasanya memilih untuk menyimpan padi untuk simpanan pribadi. Namun tidak seluruhnya, ada juga yang menjualnya ke agen - agen beras agar uang yang dihasilkan dapat berputar kembali dan kemudian dapat digunakan untuk membuka lahan garapan yang baru.
Desa Banjar Tabulu masih tergolong sebagai wilayah yang krisis air jika musim kemarau tiba. Secara otomastis sungai yang ada didesa tersebut juga sering mengalami kekeringan, sehingga para petani harus mengairi lahan pertanian mereka dengan membeli air dari sumur yang di bor.